Melisa merasa dunianya benar-benar runtuh. Dengan napas yang memburu, wanita itu berdiri lalu menunjuk ke arah pintu. “Keluar sekarang juga, atau aku akan memanggil sekuriti untuk menyeretmu.” Melisa menata marah pria yang masih bertahan duduk dengan tenang di depannya. Bahkan pria itu memperlihatkan ekspresi wajah mengejek yang membuat Melisa semakin naik pitam. “Keluar kataku!” Melisa berteriak keras saat pria di depannya masih juga belum beranjak. “Panggil sekuriti!” teriakan keras Melisa menggema di dalam ruangan tersebut. “Oke … oke … aku akan pergi. Tidak perlu bar-bar. Derryl tidak menyukai perempuan, apalagi perempuan bar-bar sepertimu.” Melisa menekan keras katupan rahangnya. D*da wanita itu bergerak turun naik dengan cepat, seiring tarikan dan hembusan napas cepatnya. “Ini

