BSW Bab 179. Derryl Melisa 09

2033 Kata

Seharian Melisa tidak keluar dari kamar. Wanita itu duduk menyandar di pojokan ruangan beralas karpet dengan mendekap kedua lutut yang ditekuk. Sudah habis air matanya. Cairan itu sudah tidak lagi turun dari sudut matanya. Hanya jejak seberapa banyak air mata yang sudah keluar, yang masih terlihat, pun terasa saat wanita itu mengusap kedua pipi. Lengket. Meskipun sudah tidak air mata maupun isak tangis yang terdengar, tapi, gerakan bahu yang naik turun cepat itu menunjukkan jika Melisa masih belum bisa menenangkan perasaannya. Hatinya masih berguncang. Guncangan yang Melisa rasakan ibarat kiamat untuk hidupnya. Dia sudah mengirim pesan pada Derryl, meminta perceraian. Setelah itu, Melisa mematikan ponsel. Dia tidak mau mendengar apapun alasan pria itu mempermainkan dan menipunya. Beranj

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN