Bab 98. Penyesalan Sofian

1721 Kata

Operasi papa Leora yang ditangani langsung oleh Lean berjalan lancar, meski sampai memakan waktu tiga jam lebih. Seperti kata Deva, dia masih ditempatkan di ruang ICU untuk pengawasan intensife pasca operasi. Barulah keesokan harinya setelah kondisinya stabil Sofian dipindahkan ke kamar rawatnya. Salah kalau kalian kira Leora akan menangisi papanya yang tergeletak lemah di atas ranjang pasien. Kepalanya diperban, dua kantong infus terpasang, luka lecet dan lebam di beberapa bagian tubuh, juga kaki kirinya dipasang gips. Sikap Leora tetap datar, cuma tidak sedingin sebelumnya. Padahal tanpa Sofian tahu anaknya itu terus berurai air mata dan gemetar, karena khawatir dia kenapa-napa. Seperti ada dinding pembatas diantara keduanya. Mungkin karena selama ini Sofian sendiri juga selalu menjag

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN