Bab 97. Hukum Tabur Tuai

2221 Kata

Menyisakan seminggu lagi menjelang pesta pernikahan digelar, banyak hal yang memenuhi kepala Leora. Bagaimana dia tidak nelangsa, jika nantinya tidak ada keluarga yang hadir di hari bahagianya. Bisa saja dia mengundang papanya, tapi buat apa? Sedang, tua bangka itu tidak pernah menganggapnya anak. Kapan hari Leora ditemani Deva, calon mertuanya, dan Dian berziarah ke makam bundanya. Tangisnya dan Dian meledak disana. Sahabat bundanya itu tergugu. Setelah sekian lama mencari Alinda, justru hanya menemukan kuburnya. Leora bersimpuh di samping pusara bundanya. Tidak menyangka perjalanan hidupnya sepahit itu. Orang lain mungkin akan pilih menggugurkan kandungan dari benih bajingann yang telah memperkosanya. Namun, bundanya yang sempat sekarat setelah dicekoki obat, malah berjuang mempertaru

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN