22. Misi Menggoda Dimulai

1365 Kata

Beberapa saat kemudian, Mimi dan Isabel sudah berada di dalam mobil. Mesin menyala, tapi mobil sama sekali belum bergerak. Mimi meringkuk di kursi penumpang, memeluk tasnya erat-erat. Bahunya sedikit bergetar. “Nona Isabel…” panggilnya pelan. Isabel masih menatap lurus ke depan, tampak tenggelam dalam pikirannya. “Nona Isabel…” Mimi menambah nada. “Hm?” “Ini mobilnya lagi pemanasan… atau memang niat diparkir ulang di sini?” Isabel menoleh. “Kenapa?” Mimi mengerucutkan bibirnya. “Dingin…” Isabel melirik AC, lalu memandang Mimi dari atas ke bawah. “Dingin? Mimi, ini Jakarta. Bukan Kutub Utara.” Mimi mengangguk serius. “Tapi AC-nya kayak punya dendam pribadi sama aku, Nona.” Isabel tertawa kecil, lalu menurunkan suhu AC. “Aneh ya kamu. Takut dingin, tapi kulitmu putih banget. Bias

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN