70. Calon Istri di Pangkuan Direktur

1164 Kata

Lama-lama Mimi terbiasa dipanggil calon bos. Ia pun tidak lagi banyak protes. Mimi sendiri tidak tahu, apakah ia benar-benar mencintai Irwan atau tidak. Namun satu hal yang pasti, setiap kali bersama Irwan, ia selalu merasa ringan, happy tanpa beban. Berbeda dengan Dika dulu. Bersama Dika, Mimi merasakan cinta pertamanya. Ia dekat, berharap, dan menunggu. Namun keadaan ayahnya memaksanya berpikir ulang. Mimi lelah dibuat pusing oleh urusan perasaan. Saat itu, ia memilih satu hal yang paling masuk akal: mencari uang, memperbaiki hidupnya dan keluarganya. Cita-citanya sederhana, yang penting bisa hidup tenang dan bahagia. Siapa sangka, ayahnya pergi begitu cepat. Dan yang lebih kejam, ibu tirinya justru berniat menjualnya kepada seorang tuan tanah tua. Tentu saja Mimi senang disukai

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN