71. Telepon Masa Lalu

1099 Kata

“Dadang!” Dadang yang sedang makan siang di sebuah warteg menoleh spontan. Sendoknya terhenti di udara ketika melihat siapa yang memanggil. “Eh… Dika? Ada apa?” tanyanya heran. Dika berdiri di hadapannya, raut wajahnya terlihat ragu namun penuh tekad. “Bisa minta alamat Mimi nggak? Ada yang ingin aku bicarakan sama dia,” ucapnya memohon. Dadang terdiam sejenak. Ia menimbang-nimbang, lalu akhirnya menghela napas pelan. “Ka, sebaiknya kamu sudah nggak perlu ketemu Mimi lagi,” katanya jujur. “Mimi sebentar lagi mau menikah dengan bosku.” Wajah Dika langsung berubah. “Bosmu… cowok pincang itu?” tanyanya memastikan, suaranya menurun. Dadang mengangguk mantap. “Iya. Dan kelihatannya Tuan Muda itu serius banget sama Mimi.” Ia menatap Dika dengan tatapan kasihan, tapi tegas. Ia tidak i

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN