51. Insiden Sepele yang Terlihat Mencurigakan

1091 Kata

Sherly melangkah cepat menyusuri lorong perusahaan, hak sepatunya berdetak keras, seirama dengan detak jantungnya yang makin panas. Ucapan Isabel tadi terus terngiang di kepalanya. “Gosipnya lagi rame, lho.” Disertai senyum yang terlalu santai untuk disebut tidak sengaja. Belum sampai di depan ruang Leon, Sherly kembali dibuat berhenti. “Eh, dengar nggak sih?” bisik seorang staf perempuan pada temannya. “Katanya Mimi itu sering ketemu Tuan Leon di tempat sepi.” “Iya, makanya HRD sampai ikut campur. Katanya gadisnya aneh tapi… kok ya bisa dekat.” Sherly mencengkeram tasnya. Dekat? Kata siapa dekat?! Langkahnya kembali dipercepat, kali ini bukan karena terburu-buru, melainkan karena amarah yang sudah naik sampai ke ubun-ubun. Gadis kampung itu… Berani-beraninya. Pintu ruangan L

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN