Berbeda dengan Yuni. Mendengar kabar kepulangan Mimi, Yuni tidak bisa tinggal diam. Ia datang dengan satu tujuan, meminta bantuan Mimi agar mau berbicara dengan Dika, memohon agar pria itu bersedia menikahinya. Saat Mimi dan Irwan baru saja melangkah keluar dari area pemakaman, sosok Yuni sudah berdiri menghadang. Ia mengenakan baju longgar berwarna gelap, jelas dipilih untuk menutupi perutnya yang kini mulai membesar. Langkah Mimi terhenti seketika. Begitu pula Irwan. Yuni menunduk sebentar, lalu mengangkat wajahnya. Matanya sembab, suaranya lirih namun memaksa. “Mi… aku dengar kamu pulang.” Mimi terdiam. Ia tidak menyangka pertemuan itu akan terjadi secepat ini. “Iya, Yun,” jawabnya pelan. “Ada apa?” Yuni menggenggam ujung bajunya sendiri, jari-jarinya gemetar. “Aku cuma mau mi

