Vin melangkah cepat menuju ruangan Leon sambil membawa map tipis di tangannya. Ada beberapa hal penting soal pekerjaan, terutama yang berkaitan dengan Mimi, yang ingin ia sampaikan langsung. Tanpa banyak pikir, ia mengetuk pintu, lalu masuk begitu mendengar suara Leon yang mempersilahkan masuk. Begitu pintu terbuka, langkah Vin langsung terhenti. Di dalam, Leon duduk di balik meja dengan wajah tanpa senyum. Dan di sofa… Sherly masih anteng duduk di sana. Posisinya tenang. Terlalu tenang. Seperti hansip ronda yang sudah niat jaga pos sampai pagi. Vin berkedip. Lah… masih di sini? “Eh… Nona Sherly,” sapa Vin refleks, suaranya langsung naik satu oktaf. “Masih… ada ya.” Sherly menoleh, tersenyum tipis. “Ada urusan?” Seakan-akan ruangan itu juga tempat dia ngantor. Vin langsung sal

