58. Aku Bersyukur Kau Meninggalkanku

1158 Kata

Sherly akhirnya menarik napas panjang. Niat awalnya datang untuk merajuk, duduk manis, lalu pulang dengan hati dipeluk kata-kata manis Leon. Tapi yang terjadi malah sebaliknya, ada Irwan di sana, duduk tenang, tidak bergeser seinci pun, seolah ruangan itu miliknya juga. Setiap kali Sherly membuka mulut, Irwan entah sengaja atau tidak selalu menyisipkan komentar yang nadanya datar tapi menusuk. Tatapannya pun membuat Sherly tidak nyaman. Bukan marah. Bukan sedih. Tapi seperti… menyindir tanpa suara. Ini orang kenapa belum pergi juga sih? batin Sherly kesal. Leon sendiri terlalu santai. Sibuk membuka berkas, sesekali tersenyum kecil entah karena apa. Itu justru makin membuat Sherly gelisah. Lama-lama dia merasa, kalau terus bertahan di ruangan itu, hubungan masa lalunya dengan Irwan bisa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN