32. Ketika Kepolosan Bertemu Kelicikan

1099 Kata

“Mi…” bisik Vin lirih tapi putus asa, “ini bukan membahas sepatumu.” Mimi langsung menurunkan kakinya, tersenyum kikuk. “Hehe… refleks, Bang.” Sherly menyilangkan tangan di d**a. “Jadi menurutmu ini semua kecelakaan?” “Iya, Nona,” jawab Mimi cepat. “Kecelakaan kerja. Korbannya… saya dan d**a Tuan Leon.” Vin memejamkan mata. Ya Tuhan, kenapa bagian itu disebut lagi. Jangan-jangan Mimi sengaja mau bikin nona Sherly emosi. Sherly menarik napas dalam-dalam, jelas sedang menahan emosi. “Kamu sadar gak, apa yang kamu lakukan bisa disalahartikan?” Mimi mengangguk mantap. “Sadar, Nona. Makanya saya juga kaget.” “Kaget?” ulang Sherly, alisnya terangkat. “Iya,” jawab Mimi jujur. “Biasanya saya jatuh ke lantai. Tapi entah kenapa tadi refleks saya malah nyari tempat aman. Ehm... kaya ada be

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN