75. Dia Bukan Lagi Milik Masa Lalu

1134 Kata

Eh… siapa kau?” tanya Siti ketus sambil menatap Irwan dari ujung sepatu sampai ke ujung rambut. Sorot matanya penuh perhitungan, bukan heran, melainkan dengki. Huh, orang kaya lagi, batinnya panas. Si Mimi ini kenapa selalu mujur? Anakku Yuni jungkir balik ngejar Dika saja susah setengah mati. Jangan-jangan dulu diam-diam pasang susuk sama Mak Niki! Siti mendecih, lalu menyunggingkan senyum miring. “Ooo… jadi kamu salah satu langganan dia, ya?” ucapnya nyaring, sengaja meninggikan suara. Sesudah itu, Siti menoleh ke sekeliling, mencari perhatian para pengunjung restoran. Ia ingin semua mata tertuju pada Mimi, ingin mental gadis itu runtuh di hadapan banyak orang. “Tuh, kalian lihat anak durhaka ini!” teriaknya lantang. “Kabur ke kota, kerjanya nggak jelas, dicariin suami untuk hid

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN