Setelah urusan di perusahaan agensi selesai, Rey dan Erika segera melangkah keluar, langkah mereka penuh kelelahan namun ada rencana kecil yang menghangatkan hati. "Kak, sebelum pulang, mampir ke toko kue dulu, ya. Aku mau beli kue untuk mama dan papa," pinta Erika dengan senyum kecil yang menyelinap di bibirnya. Rey menatap adiknya, matanya penuh kehangatan. "Oh iya, boleh. Toko kue langganan kita, 'kan?” tanyanya. Erika mengangguk mantap, seolah menemukan oase di tengah penat. Kebetulan, toko kue itu tak jauh dari jalan pulang mereka. Tak lama, mobil Rey melambat dan berhenti di depan toko kue yang sudah terkenal dengan rasa lezatnya dan harga yang ramah di kantong. "Kamu mau aku temani turun?" tanya Rey, suaranya lembut dan penuh perhatian. "Nggak usah, Kak. Kamu tunggu di mobil a

