Bab 84. Dunia Terasa Lebih Ringan

1002 Kata

Sasa menarik napas panjang, senyum pasrah tersungging di sudut bibirnya. "Baiklah. Kalau begitu saya pulang duluan saja, daripada harus terus melihat kemesraan Mbak Erika dan Mas Alvaro yang membuat aku semakin iri," ucapnya pelan, suara penuh sindiran. Erika terkekeh kecil, tatapannya penuh keyakinan. "Tenang saja, sebentar lagi kamu juga nggak akan iri lagi, kok. 'Kan kamu mau punya pasangan sendiri," godanya lembut. Alvaro menimpali, senyumnya lebar, "Iya, sepertinya masa kejombloan kamu akan segera berakhir, Sa." Mendengar kata-kata itu, dahi Sasa mengerut dalam bingung. "Saya benar-benar nggak ngerti maksud kalian," ujarnya, suara mulai melemah. "Saya pamit dulu, Mbak Erika, Mas Alvaro. Kalian nanti hati-hati di jalan dan jangan berantem lagi, ya," ucapnya singkat sambil menunduk s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN