Erika memekik keras ketika Alvaro tiba-tiba menginjak rem mobil dengan kasar. Suara decitan ban yang menjerit menusuk telinganya membuat jantungnya seolah hendak meledak. Dadanya berdegup tak beraturan, campuran antara kaget dan takut yang menyesak d**a. Namun, di balik kejadian mendadak itu, Erika tahu semuanya bukan tanpa alasan. Ucapan yang baru saja ia lepaskan telah memicu kejutan yang mengguncang Alvaro, membuat pria itu kehilangan kendali sejenak. Untungnya, jalanan sepi dan kendaraan lain masih jauh, sehingga mereka terhindar dari bencana. Mobil mereka terhenti tepat di tengah jalan, diam dalam keheningan yang memanas. "Maaf, Erika …. Tapi, kamu baik-baik saja, 'kan?" Alvaro bertanya dengan tatapan penuh cemas, seolah mencari jawaban yang menenangkan hatinya yang masih gemetar.

