Memandang wajah Alvaro yang penuh kepanikan, Erika dan Rey langsung diselimuti kecemasan yang tak tertahankan. "Ada apa? Apa yang terjadi?" tanya Rey dengan suara terbata-bata, desakan itu juga datang dari Erika yang tak kuasa menahan gelisah. Alvaro menelan ludah, suaranya bergetar saat mengungkapkan kenyataan yang mengejutkan, "Bella kritis. Benturan keras di kepalanya menyebabkan luka dalam yang serius. Dia mengalami pendarahan hebat di otak." Kata-kata itu bagai palu godam menghantam hati mereka. "Syitt!! Jadi kita tak bisa memenjarakan wanita itu?" geram Rey dengan nada penuh kebencian. Matanya membara oleh dendam yang sudah lama terpendam, berharap Bella menderita di balik jeruji penjara, merasakan sakit yang dulu dia beri pada Erika. Namun, tatapan Erika justru tiba-tiba beruba

