Akhirnya, sebuah kabar datang seperti angin segar yang menyejukkan jiwa Reno yang kalut. Hatinya mulai tenang, tetapi waktu tak mau ia sia-siakan lagi. Tanpa peduli penampilannya yang berantakan, ia bergegas melangkah. Mobilnya melesat kencang, menembus hiruk-pikuk jalan raya tanpa ampun, seolah dunia harus tunduk pada hasratnya untuk menjadi yang pertama. Informasi yang ia terima tentang keberadaan Erika, tepatnya alamat orang tua istrinya itu terpatri jelas di pikirannya. Begitu sampai di depan rumah mewah itu, mata Reno membelalak, tak percaya kenyataan di depan matanya. Erika, yang selama ini ia tahu hanyalah wanita sederhana yang tulus mengurus rumah dan menjadi istri sepenuh hati, ternyata berasal dari keluarga kaya raya. Seketika, Reno seakan lupa akan peran Erika dulu sebagai mode

