Meski status Erika belum resmi bercerai karena Reno masih menolak, hatinya sudah terpancang bulat. Bukti-bukti yang telah ia kumpulkan menjadi senjata pamungkas untuk mempercepat proses itu. Rasa muak menggerogoti setiap sudut jiwanya, cukup sudah penderitaan ini membelenggu hidupnya. Penyesalan menggunung karena dulu memilih bertahan, kini kembali ke pelukan keluarga adalah napas lega yang ia dambakan. Kepulangannya disambut hangat, tanpa cemooh atau luka lama. Kedua orang tua dan kakaknya ikut larut dalam penyesalan, sadar bahwa kemarahan dan egoisme mereka pernah membiarkan Erika terjerembab dalam penderitaan. Mereka tahu, jelas-jelas Reno bukan sosok yang pantas untuknya. Penentangan mereka terhadap pernikahan mendadak itu ternyata benar adanya. Kini, tak ada lagi yang mampu menahan l

