“Mas, jangan pergi!” “Aku akan tetap disampingmu, Sayang,” ujar Mas Dirga. “Jangan khawatir.” Aku mengangguk pelan, lalu menarik nafas dalam, menyiapkan diri saat proses persalinan akan dimulai. Setelah pembukaan sepuluh, aku segera dibawa ke ruang persalinan. Kini Dokter Anisa sudah bersiap bersama tim medis lainnya. “Bu Tara, dengarkan instruksi dari saya, ya,” ujar beliau. “Kalau kontraksi datang, tarik nafas, lalu mengejan sesuai hitungan.” Aku mengangguk. Keringat dingin mulai mengalir di pelipisku. Jantung berdegup kencang, bukan hanya karena sakit, tapi juga tegang. “Mas—” “Iya, Sayang. Tenang ya. Aku akan ada disampingmu, selalu.” Kontraksi datang lagi. Rasanya jauh lebih hebat dari sebelumnya. Sampai membuat dadaku terasa sesak. “Tarik nafas… sekarang, Bu Tara, mengejan!
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


