Akad

1148 Kata

Ruang VIP rumah sakit Mount Elizabeth terasa berbeda hari ini. Rangkaian daisy menghiasi setiap sudut ruangan. Wangi lembutnya bercampur dengan aroma antiseptik khas rumah sakit. Aku berdiri di samping ranjang Mama Sekar yang terbaring lemah, namun matanya berbinar menatapku. Gaun putih sederhana yang kukenakan—bukan gaun pengantin mewah, hanya dress putih selutut yang dibawakan Mama Sania tadi pagi. "Cantik sekali, Nak," bisik Mama Sekar, tangannya yang kurus meraih tanganku. Matanya berkaca-kaca. Aku tersenyum, berusaha menahan air mata. "Makasih, Ma." Sementara Om Dirga telah duduk di hadapan penghulu, di sampingnya Mas Mahen dan Kak Bima mengambil tempat sebagai saksi. Mama Sania, Oma, Opa, Mbak Ayla, Mbak Nina, Mas Farel juga turut hadir, menyaksikan dengan haru momen sakral yang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN