Cemburu Tapi Gengsi

1161 Kata

Sudah dua hari. Dua. Hari. Dua puluh empat jam kali dua. Empat puluh delapan jam tanpa sosok menyebalkan yang biasanya nempel terus kayak stiker di galon air. Om Dirga nggak datang. Nggak mampir. Nggak nongol. Nggak ngechat yang manis-manis juga. Alasannya? “Sibuk di kantor, Sayang. Lagi banyak laporan yang harus aku cek.” Iya, Om. Aku tahu kamu orang penting. Aku tahu perusahaan kamu gede. Aku tahu kamu sibuk karena lagi ngejalanin misi rahasia yang entah-misi-apa-yang-bikin-aku-penasaran. Tapi… HELL-OOO… Ke apartemen Mama Sania itu cuma butuh waktu lima menit! Apa sesibuk itu sampai gak bisa nyempetin sarapan atau makan malam sebentar aja? Ini nggak masuk akal. Biasanya dia tuh—Terlalu rajin muncul. Terlalu rajin ngikutin aku. Terlalu rajin gangguin aku sampai nafas pun dih

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN