Gangguan Tengah Malam

968 Kata

Aku baru saja mengganti baju tidur dan Mas Dirga sedang mematikan lampu kamar ketika bel rumah berbunyi berkali-kali. "Siapa tengah malam begini bertamu?" gumamku sambil meraih cardigan. Mas Dirga mengerutkan kening, meraih ponselnya untuk melihat CCTV. Wajahnya langsung berubah. "Farel." Kami berdua bergegas turun. Begitu pintu terbuka— "Ya ampun, Mas Farel!" Aku terperanjat melihat kondisinya. Kemeja putihnya kusut dan kotor dengan noda tanah. Wajahnya lebam di pipi kiri, sudut bibirnya berdarah, dan ada luka gores di dahinya. Rambutnya berantakan, matanya sembab—entah karena menangis atau terkena pukulan. "Maaf mengganggu tengah malam," ucapnya pelan, suaranya serak. "Masuk dulu, Mas!" Aku langsung menarik tangannya, membimbingnya ke sofa. "Duduk sini. Tunggu ya, aku ambilkan P3K

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN