Usia kandunganku kini memasuki bulan kesembilan. Perutku semakin besar, gerakan semakin terbatas, dan setiap langkah terasa berat. Tapi satu hal yang patut disyukuri—drama mual muntah Mas Dirga yang membuatnya tersiksa kini menghilang. Tak ada lagi adegan suamiku muntah sambil memeluk kloset, atau mengeluh pusing setiap kali aku mencium aroma makanan tertentu. Sekarang gantian aku yang jadi pusat perhatiannya. Mas Dirga semakin posesif. Hampir setiap jam dia memastikan aku baik-baik saja. Kalau aku bergeser posisi duduk sedikit saja, dia langsung sigap membantu. Kadang aku sampai protes karena dia terlalu berlebihan. Membuatku tak leluasa melakukan apapun. “Sayang, ayo, jadi beli jajan apa enggak?” Aku menoleh ke belakang, ternyata Mas Dirga sudah berganti pakaian. Sementara aku ma

