Ekstra Part 18

2434 Kata

Althaf tersenyum lebar mendapati sang istri berada di dapur, ia sudah berpakaian rapi siap ke kantor sementara Jemma masih memakai piama tidur. Begitu juga Altair yang anteng di tempat duduk bayi tingginya dengan tangan memegang sendok bayinya, ada mangkuk kosong yang dia balikan. “Bantu Bunda masak, atau mengacau uhm?” tanyanya dan mendekat. Anaknya pasti ikut bangun saat ia dan Jemma bangun subuh, jarang-jarang Altair bangun lebih siang. Ya, walau akhirnya jam delapan atau paling telat setengah sembilan sudah mengantuk dan tidur lagi. “Yaaaaaaah!” Pekik Altair sambil tertawa, air liurnya menetes. Gigi kecilnya terlihat, yang baru dua itu. Althaf menunduk, mencium pipinya “bayi montokku! Pulennya ngalahin Kai ini ya...” Altair yang masih memegangi sendok, mengayunkan tangannya hing

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN