Tahun ini banyak sekali kejutan penuh luka, air mata dan duka yang dialami keluarga Maawirya. Langit Jakarta tampak kelabu sejak pagi tanpa hujan. Awan menggantung berat, seolah menyesuaikan diri dengan suasana rumah keluarga Maawirya yang diliputi duka mendalam. Udara pun terasa berat, diam, dan tidak bersuara. Suara langkah kaki pelan, sesekali isak tangis tertahan, dan gumaman doa mengisi ruangan yang harusnya diisi suasana hangat oleh obrolan keluarga kini menjadi senyap menyayat. Di ruang tengah, Tatty Maawirya duduk lemas di atas permadani, air matanya mengalir tanpa suara menatap satu titik yakni cucu pertamanya terbaring di bawah selimut putih sudah tidak bernyawa. Selimut yang harusnya menjaganya tetap hangat. Cucu yang sangat dinantikan kepulangannya dalam keadaan sehat, justr

