Bahagia Belum Terbagi [2]

2259 Kata

Althaf sudah berpakaian rapi dan siap berangkat kerja lagi setelah lama libur, ia berangkat dari rumah mertuanya. Jemma selepas subuh malah kembali ke tempat tidur, meringkuk dibalik selimut. Malas untuk bangun. Althaf mendekat, menarik turun selimut Jemma. Menunjukkan wajahnya yang masih mengantuk, “aku berangkat ya, sayang...” “Uhm, iya...” “Kamu belum akan ke kantor JeFa, kan?” Kepalanya menggeleng, “mulai minggu depan saja deh... habis tujuh harinya Ayyana.” Althaf membawa tangannya menyelinap ke balik selimut, mata Jemma langsung memicing curiga. Dia berpikir Althaf akan nakal, lupa jika dirinya sedang hamil dan tujuannya Althaf adalah mengusap perut sang istri. “Yeay, salah sangka... ngira aku mau pegang apa hayo?” ledek Athaf. Jemma langsung menutupi wajahnya, dan tertaw

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN