“Ndak, Om Eyek angan acih! Ini yuat Nty Jeje-ku!” Kata Kai dengan tangan gembulnya membawakan kantung belanja dari salah satu warung tetangga. Dia habis ikut dengan Dillah dan Rara. Dillah hanya membeli telur, Kai yang menunjuk sana-sini dan senang jajan. Althaf berdecak, mencubit pipi tembamnya yang saat berjalan cepat atau lari ikut bergerak menggemaskan. “Nty Jeje-ku, ngaku-ngaku! Nty Jeje istrinya, Om!” Dillah yang berjalan di belakangnya memberi gerakan kepala melihat dua manusia yang berbeda puluhan tahun itu malah bersikap sama-sama tidak mau mengalahnya. “Om-keponakan bucinin satu cewek, gini nih jadinya!” kata Dillah yang menurunkan Rara. Jika Kai jajannya sampai satu kantung belanja, maka Rara diberi satu saja sudah senang dan belum tentu dia makan hanya suka pegang. Altha

