DEMAM LAGI

2419 Kata

Safa sudah mandi sore, sudah makan bubur tim labu ayam yang Anne buat, sudah main bola-bola sensorik sambil bernyanyi bersama Ben, dan sudah menyusu dengan lahap sebelum tidur. Tak ada tanda-tanda aneh. Tidak ada gelagat rewel. Napasnya stabil. Pipinya gembul dan merona merah seperti biasa. “Good night, sayang… besok kita main lagi, ya?” ujar Anne sebelum meninggalkan bayinya di crib. Safa menguap, lalu menempelkan pipinya ke bahu Anne, matanya nyaris menutup sempurna. Ben memperhatikan lekat, tersenyum melihat putrinya. “Lucu banget kalau mau tidur begini, baby. Kayak koala mini.” Anne mengangguk, meletakkan Safa perlahan. Sekitar pukul 21.40, Anne dan Ben selesai dengan persiapan kerja untuk esok pagi. Waktunya beristirahat, yang berarti juga waktunya memindahkan Safa ke kamar anak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN