SEBULAN

2219 Kata

“Baby,” tegur Ben dari balik kaca jendela mobil sambil mengangkat dua cup minuman dingin. Anne membuka pintu mobil, membiarkan Ben meletakkan bawaannya. “Martabak telurnya juga masih ada,” ujar Ben lagi. “Langka!” “Beli di kafe atau dikasih Om Papa?” “Beli di kafe, tapi kata si Enzi ‘udah dititipin Dokter Isla’, buat kita. Kecuali kita ngga mampir ke kafe, berarti martabaknya buat Onti,” jelas Ben. “Enzi siapa?” “Barista.” “Oh, aku ngga ingat nama-nama mereka.” “Aku juga baru ingat karena tadi dia nanya ‘Bang Ben ya?’” “Cewek?” “Cowok, baby. Perlu aku balik lagi buat foto bareng dengan tag nama yang jelas?” Anne mendecak. “Ngga osah!” sentaknya yang membuat Ben tergelak. “Kok dia kenal kamu?” “Siapa sih yang kenal aku, baby?” Ben mendengus lelah. “Badan doang atletis, CEO pula,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN