Rumah Tua dan Kenangan Indah

1306 Kata

Satu tahun berlalu setelah putusan sidang dibacakan hakim dan mereka resmi bercerai. Delima sempat terpuruk cukup lama. Dia enggan menempati rumah itu. Namun, keluarga dan orang-orang terdekat berhasil membujuknya. Hingga kini, wanita itu berada di sini. Delima berdiri di depan rumah tua itu, memandangnya dengan tatapan penuh haru. Bangunan dua lantai yang dulunya terlihat megah kini tampak kusam, dindingnya dipenuhi lumut dan cat yang mulai terkelupas. Pintu kayu besar di depannya terlihat kokoh, meskipun warnanya sudah pudar. Rumah itu dulunya adalah tempat tinggal keluarga Nando. Namun sekarang, hanya menjadi saksi bisu masa lalu yang menyakitkan. Dengan kunci di tangannya, Delima menarik napas dalam-dalam sebelum memasuki rumah. Langkahnya perlahan, hati-hati melangkah di atas lant

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN