Bab 42. Rindu yang tak bisa menunggu

1639 Kata

Bisma memakai jaket kesayangannya dan merapikan pakaiannya sebelum ia keluar dari ruangan kerja. Hatinya sedikit gelisah karena waktu sudah menunjukan pukul 9 malam. Setelah meetingnya dengan pak Bachtiar, ia masih harus menyelesaikan sisa pekerjaannya, sedangkan Lara sudah sampai di rumah kediaman Ajeng sejak pukul 4 sore bersama Reno. Bahkan pria itu masih ada rumah sampai saat ini bahkan ikut makan malam bersama. Bisma segera menyemprotkan parfum dan keluar dari ruangan kerjanya. Ruangan besar itu sudah sepi hanya tinggal beberapa orang saja yang masih menyelesaikan pekerjaan sambil menunggu kemacetan terurai. Bahkan, Fitri yang biasanya selalu menunggu Bisma kini tak lagi ada ditempatnya, sepertinya ia sudah pulang lebih dahulu. Bisma mendecakkan lidahnya kesal, ia ingin mampir

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN