Extra Part 9 | Sesal yang Menyisakan Rindu

2047 Kata

Tangan tua itu gemetar saat mengusap bingkai foto yang menampilkan seraut wajah putri cantiknya. Bukan sebuah foto di mana seorang wanita cantik umumnya tersenyum lebar, foto di dalam bingkai itu hanya menunjukkan senyum tipis dengan tatapan mata yang sendu. Setetes air mata kembali jatuh hingga membasahi bingkai foto tersebut, buru-buru dia langsung menghapusnya, takut jika air matanya akan merusak satu-satunya foto anak perempuannya yang dia miliki itu. “Maafkan, Mama. Mama minta maaf, Lova.” Dipeluknya bingkai foto itu dengan sangat erat, bahunya mulai gemetar seiring dengan air mata yang jatuh semakin banyak dan bibir yang merintih dengan isakan memilukan. Dia rindu putrinya, namun apakah pantas dia merindu jika selama ini dia hanya memberikan kebencian dan penderitaan pada san

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN