Galen memasuki kamarnya sambil membawa sarapan untuk sang istri yang saat ini masih lelap setelah tadi menidurkan putri kecil mereka. Diletakannya tray makan itu di atas nakas samping ranjang, dia melirik jam yang sudah menunjukkan pukul tujuh pagi. Dipandanginya wajah Lova yang terlihat damai walau terlihat sekali pancaran letih di sana. Dia baru saja selesai mengurus persiapan Double K untuk berangkat sekolah, memastikan semuanya aman terkendali tanpa ada masalah yang harus melibatkan sang istri, karena Galen tau Lova dalam fase yang super lelah mengurus putri kecil mereka. Tangannya bergerak pelan mengusap lembut wajah itu dengan senyum secerah mentari pagi. Galen lalu beranjak menuju ke box bayi, memandang penuh cinta pada putri kecilnya yang persis seperti Bundanya, sama-sama ter

