Galen yang sejak awal hanya pura-pura tidur kini membuka matanya saat jarum jam terus berdentang menuju ke angka dua belas. Dilihatnya sang istri yang terlihat begitu tenang dalam lelapnya, tatapannya begitu memuja, rasanya ingin mengecup kening Lova, namun dia urungkan, dia memiliki misi malam ini, dan tidak ingin misinya justru kacau dengan Lova yang terbangun karena kecupannya. Pelan-pelan, Galen beranjak dari sana, langkahnya berjingkat kecil-kecil, berusaha keluar dengan setenang mungkin, bahkan saat membuka pintu dia lakukan dengan penuh kehati-hatian. Jantungnya juga berdebar keras, takut Lova terbangun, pasalnya istrinya itu mudah sekali terdistraksi oleh hal-hal kecil dalam lelapnya. Sehingga dia sangat hati-hati dalam setiap langkahnya malam ini. Setelah berhasil, Galen la

