"Ahhhhh!" Suara Jenna pecah dengan lengkingan yang tajam, suaranya yang dipenuhi gairah dan keputusasaan dengan segera tertelan oleh deru napas yang memburu. "Hah! Hah! Hah...." Jenna tersengal, keringat membanjiri tubuh langsingnya. Membuat kulitnya yang putih pucat tampak berkilau tertimpa cahaya kamar. Maka di sinilah mereka, di atas tumpukan pakaian yang mahal dan lantai yang dingin, mengakhiri sebuah percintaan dahsyat yang lebih mirip dengan pertempuran berdarah daripada penyatuan dua jiwa. Jenna baru saja menunjukkan apa yang bisa ditunjukkan. Memuaskan Dalton adalah kewajibannya, adalah bagian dari perjanjian pernikahan mereka, tetapi Jenna tidak pernah menyangka ia juga akan merasakan desakan untuk berhak mendominasi suaminya. Selama ini, ia selalu berusaha untuk tetap net

