Bab 73

2219 Kata

Fajar berwarna jingga yang indah akhirnya menyingsing. Tirai-tirai jendela bergoyang tertiup angin sepoi-sepoi yang lembut. Burung-burung berkicau di sepanjang dahan pepohonan yang kokoh, berkicau menyambut hari baru yang cerah. Suasananya amat tenang. Namun, ketenangan itu tidak merambah ke dalam raga Jenna. Jauh di dalam perutnya, ada sekop besar yang sedang mengaduk dan memelintir perutnya. Perutnya menggelegak. Rasa mual yang menggigit dan panas mendadak naik ke pangkal tenggorokannya, memicu alarm bahaya yang membuat mata Jenna terbuka lebar dalam sekejap. Dunia di sekelilingnya berputar. Jenna merasa sangat ringan, sementara rasa pening yang tajam menghantam pelipisnya. Tanpa sempat berpikir, Jenna menyentakkan selimut sutra yang membungkusnya. Dalam gerakan refleks.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN