Bab 109

2733 Kata

Dingin, fajar di pegunungan Yukon terasa datang beberapa jam lebih lambat. Bahkan setelah waktu menunjukkan pukul enam pagi, belum terlihat tanda-tanda sinar matahari akan menembus kanopi hutan. Satu-satunya yang membangunkan Jenna saat itu hanyalah rasa dingin yang begitu menusuk. Ya, menusuk. Apakah ia sudah mati sekarang? Apakah ia akhirnya kalah pada rasa sakit? Tidak, tidak. Ia belum mati. Masih belum. Ia tidak boleh mati, ia tidak boleh pergi sebelum memastikan kehidupan Daisy terjamin aman. Ya, ya! Karena itulah tugasnya sebagai seorang kakak. "Bangun, Jenna. Buka matamu," kata Jenna di alam bawah sadarnya. Perlahan-lahan, bagian dari diri Jenna mulai bangkit, yang pertama bergerak adalah berasal dari kedutan di ujung jarinya. Ini seperti adegan dalam film mayat y

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN