Dor! Benedict Egerton yang baru saja hendak menarik pelatuk pistolnya, tidak pernah mendapat kesempatan untuk merasakan hentakan senjatanya sendiri. Sebelum jarinya sempat menekan pelatuk untuk mengirim peluru menembus d**a Dalton, sebuah ledakan memekakkan telinga lebih dulu merobek kesunyian kamar itu. Dor! "AAAGHHHH!" Benedict menjerit histeris, tubuhnya terpental mundur hingga menghantam kursi kayu di belakangnya. Ia begitu terkejut dan kesakitan untuk menyadari bahwa dirinyalah yang tertembak. Pistol yang ia pegang terlepas, jatuh berdenting di lantai kayu yang berlumuran brendi. "Si-sial!" Benedict memegangi tangan kanannya dengan wajah yang berubah pucat. Matanya membelalak histeris, rasa sakit yang menghantamnya begitu mengerikan sehingga ia bersikap seperti ikan yang

