Langit sudah berubah warna ketika Clara dan Jevian akhirnya meninggalkan kawasan Hagia Sophia. Senja hampir habis, menyisakan semburat ungu tipis yang menggantung di langit. Langkah mereka menyatu dengan keramaian yang mulai bergerak pulang, lebih pelan, lebih lelah, tapi entah kenapa terasa lebih hangat. Dalam perjalanan kembali ke hotel, Clara tidak banyak bicara. Tangannya masih berada di genggaman Jevian, jari-jari mereka saling terkait dengan cara yang sudah terasa alami. Tidak ada paksaan, tidak ada kebutuhan untuk melepaskan. Jevian sesekali menoleh, memastikan Clara baik-baik saja, dan setiap kali mata mereka bertemu, Clara selalu membalas dengan senyum kecil yang tulus. Begitu pintu hotel terbuka, suasana langsung berubah. Hiruk pikuk luar berganti dengan ketenangan ruangan yang

