Clara turun dari mobil supir Jevian dengan rasa lelah yang menumpuk. Sehari penuh bekerja sebagai office girl pribadi Jevian, membuatkan kopi, mengurus berkas-berkas, dan sesekali ikut Jevian dalam rapat kecil—itu semua sudah cukup membuat tubuhnya terasa berat. Namun, ia tetap merasa lebih aman bekerja di sana daripada kembali ke kafe atau klub malam. Di perusahaan, ia selalu bisa melihat Jevian sewaktu-waktu, meskipun pria itu sibuk. “Silakan, Nona Clara. Saya tunggu di sini sampai Nona masuk lobi,” ujar supir Jevian dengan sopan. Clara tersenyum kecil. “Terima kasih banyak.” Ia melangkah ke depan lobi, berniat segera naik ke apartemen. Jevian mengatakan ia akan pulang agak larut karena ada pertemuan penting dengan investor. Clara hanya ingin masuk, mandi, memasak, dan menunggu Jevian

