Setelah berenang cukup lama, mereka akhirnya keluar dari kolam. Clara duduk di kursi panjang yang menghadap taman hotel. Rambutnya masih sedikit basah, disampirkan ke satu sisi bahu. Kulitnya terasa hangat setelah terkena matahari pagi. Jevian datang membawa handuk besar dan langsung menyelimutkan bahu Clara. “Dingin?” tanyanya. Clara menggeleng. “Tidak. Enak sekali rasanya berenang.” Jevian duduk di sampingnya, lalu mengambil wadah kecil berisi buah segar yang tadi disiapkan staf hotel. “Aku lapar lagi,” ucap Clara jujur sambil tertawa kecil. “Kamu baru saja sarapan.” “Berenang bikin cepat lapar.” Jevian mengangguk seolah itu masuk akal, lalu mengambil potongan stroberi dengan garpu kecil. “Buka mulut.” Clara terdiam sesaat, lalu menoleh. “Kamu mau nyuapin?” “Iya.” Clara terta

