Jevian baru saja melangkah keluar dari lift ketika pandangannya langsung tertuju pada sosok yang paling tidak ingin ia lihat malam ini. Yeri. Wanita itu duduk manis di sofa lobi apartemen, mengenakan gaun berwarna krem yang menonjolkan siluet tubuhnya. Rambutnya tergerai rapi, wajahnya dipoles sempurna seolah memang sengaja datang untuk dipandang. Begitu melihat Jevian, mata Yeri langsung berbinar, senyum lebar mengembang di wajahnya. Tanpa memberi kesempatan Jevian bereaksi, Yeri bangkit dan berlari kecil mendekat. “Jevian…” Pelukan itu terjadi begitu cepat. Lengan Yeri melingkar di tubuh Jevian dengan manja, kepalanya bersandar di d**a pria itu seolah ia memang berhak berada di sana. Beberapa penghuni apartemen yang berada di lobi sempat melirik, sebagian berbisik pelan. Namun Jev

