Jevian 68

1713 Kata

Restoran itu tidak terlalu ramai, namun cukup dipenuhi orang-orang dari kalangan menengah ke atas. Alunan musik lembut terdengar, piring dan gelas beradu pelan, percakapan mengalir rendah dan sopan. Clara duduk di dekat jendela, menatap keluar dengan tatapan kosong. Di hadapannya terhidang segelas air putih dan sepiring pasta yang nyaris tidak disentuhnya sejak tadi. Ia datang ke sana hanya untuk menenangkan diri. Pikirannya terlalu penuh. Tentang pernikahan. Tentang Jevian. Tentang ketakutan yang tak berani ia ucapkan. Ia sama sekali tidak menyadari sepasang mata yang sejak beberapa menit lalu menatapnya dari sudut restoran. Yeri berdiri tidak jauh dari pintu masuk, mengenakan gaun putih elegan dengan rambut terurai rapi. Wajahnya tampak tenang, bahkan tersenyum tipis. Namun sorot mat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN