Senja telah berganti malam saat Mikayla masih duduk di meja kerjanya. Lampu belajar menerangi tumpukan buku dan laptop yang menampilkan kerangka bab skripsi. Dahi Mikayla berkerut serius. Semua fokusnya tertuju pada bagaimana ia harus menyusun metodologi penelitian agar disetujui dosen pembimbing. Tangan kanannya memegang pena, sesekali mencatat detail penting di buku jurnalnya. Keseriusan semacam ini jarang ia miliki. Ia bertekad menyelesaikan bab ini malam ini juga. Ia menarik napas panjang. Punggungnya mulai terasa kaku karena terlalu lama membungkuk. Tiba-tiba, sepasang tangan besar melingkari pinggangnya dari belakang. Hawa hangat dan aroma maskulin yang khas langsung menyergap indra penciumannya. “Astaga!” teriak Mikayla terkejut, pena yang ia pegang terlepas dan jatuh ke lanta

