Begitu bangun, ia langsung mengecek ponsel yang masih digenggamnya semalam. Ada pesan balasan dari Arsenio yang belum sempat ia baca karena ketiduran. Bibir Mikayla tersenyum tipis, lalu ia bergegas bersiap untuk kuliah. Setelah berdandan sederhana, Mikayla mengambil selfie di depan cermin—kemeja putih rapi, celana panjang, ransel di bahu. Ia mengirimkan fotonya pada Arsenio, disertai pesan hangat. “Pagi, aku mau ke kampus. Maaf semalam ketiduran, belum sempat balas pesanmu. Kamu jangan lupa sarapan juga, ya.” Dengan langkah ringan, Mikayla berangkat ke kampus. Sambil berjalan, ia sesekali melirik ponselnya, menunggu balasan atau sekadar emoji dari Arsenio. Ia tahu, meski terpisah kota, mereka tetap saling menunggu kabar satu sama lain. Setiba di kampus, Mikayla langsung tenggelam dala

