Gavin tidak bertanya lebih setelah pengakuan dari Kenzie barusan, ia justru segera mengajak Kenzie keluar karena waktu sudah menjelang malam. Namun, Suasana di parkiran toko mainan itu mendadak beku. Gwiyomi berdiri mematung sambil menatap Kenzie yang masih girang memeluk kotak mobil merahnya, yang membuatnya tercekat adalah anak itu kini berada di pelukan pria yang merupakan duplikat aslinya. Napas Gwiyomi memburu, matanya yang biasa tenang kini memancarkan ketakutan yang berusaha ia tekan habis-habisan. Tadi, Belva janya mengatakan ada donatur tapi tidak menyangka jika orang itu adalah Gavin. "Gav... kenapa kamu bawa dia keluar?" suara Gwiyomi bergetar, lebih ke arah panik daripada marah. Gavin justru bersikap sebaliknya. Ia berdiri dengan sangat santai sambil terus menggendong Kenz

