Di luar, suara tawa Vanka berangsur menjauh setelah Gwiyomi berhasil mengantarnya sampai ke pintu depan dengan dalih ingin segera beristirahat. Begitu pintu apartemen tertutup dan terkunci rapat, senyum ramah di wajah Gwiyomi seketika menguap, digantikan oleh sorot mata tajam yang menghunus ke arah pintu kamarnya. Gwiyomi melangkah masuk ke kamarnya. Baru saja ia menutup pintu, sebuah tangan kekar menyambarnya dan membanting tubuhnya ke atas ranjang yang empuk namun terasa dingin. Bruk! Gavin menindihnya, namun kali ini bukan gairah yang terpancar dari matanya, melainkan amarah yang berpadu dengan rasa ingin tahu yang mencekik. Tangannya memegang bingkai foto itu tepat di depan wajah Gwiyomi. "Siapa anak ini?! Katakan padaku!" suara Gavin bergetar, tertahan di tenggorokan agar tidak te

