115

1521 Kata

"Bas... keluar dari sini." Suara Nala terdengar lemah, namun penuh ketegasan yang membuat semua orang di ruangan itu terdiam. Ebas menegang. Jemarinya yang masih menggenggam tangan Nala terasa membeku. Ia menatap wajah istrinya yang pucat, berharap ia salah dengar. "Sayang... apa maksudmu?" suaranya bergetar. Nala menelan ludah dengan susah payah. Matanya yang sembab dan merah menatap Ebas dengan dingin. Tidak ada lagi kelembutan di sana. Hanya luka. "Aku tidak ingin melihatmu, Bas." Dada Ebas seperti dihantam sesuatu yang besar. Napasnya tercekat. "Nala, tolong... dengarkan aku dulu. Aku bisa jelaskan semuanya." Ia menggenggam tangan istrinya lebih erat, seolah takut kehilangan. Tapi Nala justru menarik tangannya dengan lemah, menolak sentuhan itu. "Pergi, Bas." Suaranya terdengar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN