121. AINARA: 🎵 GROW AS WE GO

1906 Kata

🎤: Ben Platt Kami datang bukan untuk sekadar menjenguk. Tapi untuk menyatu dalam bahagianya mereka, menambatkan kenangan, dan membawa pulang rasa hangat yang tak akan habis diceritakan. *** “Ayo minum dulu!” Tante Mina datang dari arah dapur membawa troli kecil dengan gelas-gelas berwarna yang ditembus butiran embun. Aku sampai menelan ludah membayangkan segarnya teh-teh tersebut saat melewati tenggorokan. “Bikin sendiri semua nih, Ra,” ujar beliau lagi. “Ada raspberry, hibiscus, peach-rosehip, apple-elderflower. Mau yang mana, sayang?” “Peach-rosehip aja, Tante,” jawabku. “Masih manggil Tante aja. Tinggal menghitung hari lho jadi anak Mama,” sambat beliau seraya menyerahkan segelas peach-rosehip tea untukku. Aku terkekeh. “Makasih, Mama Mina.” “Gitu dong,” tanggap beliau. “Di sin

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN